HUBUNGAN AKSEPTOR KB IMPLAN DENGAN DISFUNGSI SEKSUAL (GANGGUAN PENURUNAN HASRAT SEKSUAL DAN GANGGUAN ORGASME) DI WILAYAH PUSKESMAS SEKAR JAYA KECAMATAN BATURAJA TIMUR KABUPATEN OKU TAHUN 2019

  • Heriani Heriani STIKES Al-Ma’arif Baturaja
  • Dina Permatasari STIKES Al-Ma’arif Baturaja
Keywords: KB Implan, Disfungsi Seksual, Gangguan Penurunan Hasrat Seksual, Gangguan Orgasme

Abstract

Latar Belakang : Salah satu kontrasepsi hormonal adalah implan. Implan dapat digunakan untuk jangka panjang 5 tahun. Keuntungan dari kontrasepsi yang efektifitasnya tinggi, angka kegagalan implant 1 per 100 wanita pertahun dalam 5 tahun pertama, kegagalan pengguna rendah, sekali terpasang tidak perlu ada yang diingat. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui hubungan akseptor kb implan dengan disfungsi seksual (gangguan penurunan hasrat seksual dan gangguan orgasme) di wilayah puskesmas sekar jaya kecamatan baturaja timur Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi semua akseptor KB Implan di Wilayah Kerja Puskesmas sekar jaya kecamatan baturaja timur kabupaten OKU, dengan Stratified Sampling dan analisa penelitian dengan menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan Uji Chi-Square. Hasil Penelitian : Analisa hasil penelitian dari 30 rersponden mayoritas responden yang menggunakan KB Implan lebih dari 12 bulan yaitu sebanyak 24 responden (80%), dan minoritas responden yang menggunakan KB Implan kurang dari 12 bulan sebanyak 6 responden (20%), dari 30 akseptor KB implan yang mengalami gangguan penurunan hasrat seksual sebanyak 12 akseptor (40%) dan yang tidak mengalami gangguan penurunan hasrat seksual sebanyak 18 akseptor(60%).dan dari 30 akseptor KB Implan yang mengalami gangguan orgasme sebanyak 5 akseptor (16,7%) dan yang tidak mengalami gangguan orgasme sebanyak 25 akseptor (83,3%). Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara akseptor KB implant dengan kejadian disfungsi seksual (gangguan penururnan hasrat seksual dan gangguan orgasme).

 

Background: One of hormonal contraception is implants. Implants can be used for a long period of 5 years. The benefits of contraception are high in effectiveness, implant failure rate, 1 per 100 women per year in the first 5 years, user failure is low, once installed there is no need to remember. Research Methods: This type of research is an analytic survey with cross sectional approach. Population of all Implant KB acceptors in the working area of Sekar Jaya Health Center, East Baturaja sub-district, OKU district, with Stratified Sampling and research analysis using univariate and bivariate analysis with ChiSquare Test. Result : Analysis of research from 30 respondents The majority of respondents who use KB implants for more than 12 months is 24 respondents (80%), and the minority of respondents who use KB implants less than 12 months are 6 respondents (20%), from 30 implant KB acceptors who experienced a decrease in sexual desire decreased by 12 acceptors (40%) and those who did not experience a decrease in sexual desire decreased by 18 acceptors (60%), and out of 30 KB acceptors implants experienced an orgasm disorder were 5 acceptors (16.7%) and those who did not having orgasm disorders as many as 25 acceptors (83.3%). Conclusion: There is no relationship between implant KB acceptors with the incidence of sexual dysfunction (impairment of sexual desire and orgasm disorders).

Published
2020-02-07
How to Cite
1.
Heriani H, Permatasari D. HUBUNGAN AKSEPTOR KB IMPLAN DENGAN DISFUNGSI SEKSUAL (GANGGUAN PENURUNAN HASRAT SEKSUAL DAN GANGGUAN ORGASME) DI WILAYAH PUSKESMAS SEKAR JAYA KECAMATAN BATURAJA TIMUR KABUPATEN OKU TAHUN 2019. maskermedika [Internet]. 7Feb.2020 [cited 6Jul.2020];7(2):272-80. Available from: http://ejournal.stikesmp.ac.id/index.php/maskermedika/article/view/331
Section
Articles