LIMBAH AIR AC SEBAGAI PELARUT MEDIA SABOURAUD DEXTROSE AGAR (SDA) PADA JAMUR Candida Albicans

  • Victoria Ire Tominik Tominik UNIKA Musi Charitas Palembang
  • Margareta Haiti UNIKA Musi Charitas Palembang
Keywords: Aquades, AC water, Candida albicans, colonies

Abstract

Pendahuluan: Indonesia menduduki urutan ketiga dalam insiden dermatomikosis. Candida albicans salah satu jamur yang dapat menginfeksi kulit manusia dan cukup banyak ditemukan di Indonesia. Candida albicans merupakan flora yang bersifat komensal namun bila terjadi perubahan fisiologi pada tubuh pejamu seperti penurunan daya tahan tubuh manusia maka dapat bersifat patogen. Infeksi Candida albicans dapat diketahui melalui pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium penting untuk pemberian terapi yang adekuat. Untuk melihat pertumbuhan Candida albicans pada pemeriksaan laboratorium
diperlukan pelarut yaitu aquades. Aquades cukup mahal dan kurang mencukupi keberadaannya di laboratorium maka perlu dicari alternatif pengganti yang mempunyai sifat kimia yang sama seperti air AC. Tujuan: mengetahui kemampuan air AC sebagai pelarut media SDA pada jamur Candida albicans. Metode: Jenis penelitian kuasi eksperimen, Posttest Only Control Group Design, menggunakan subyek Candida albicans kelompok aquades 20 sampel dan pelarut air AC 20 sampel dengan tehnik random sederhana. Data dianalisis menggunakan uji komparasi Mann Whitney dengan taraf signifikasi 5%. Hasil: kedua kelompok memiliki nilai median, minimum, maksimum sama dengan rentang nilai rata-rata±SD pada kelompok aqudes 10 - 38 CFU/mL dan kelompok air AC sebanyak 8 - 38 dengan CFU/mL. Uji Mann Whitney-test nilai p = 0,715 > 0,05. Simpulan: Kemampuan air AC sebagai pelarut media SDA tidak berbeda dibanding aquades.

 

Introduction: Indonesia ranks third in the incidence of dermatomycosis. Candida albicans is a fungus that can infect human skin and is quite common in Indonesia. Candida albicans is a commensal flora but if there is a physiological change in the host body such as a decrease in human endurance it can be pathogenic. Candida albicans infection can be detected through laboratory examination. Laboratory tests are important for the provision of adequate
therapy. To see the growth of Candida albicans in laboratory tests, a solvent is needed, namely aquades. Aquades are quite expensive and are insufficient to exist in the laboratory, so alternative alternatives need to be found that have the same chemical properties as AC water. Objective: to determine the ability of AC water as a solvent in the SDA media on Candida albicans. Method: Quasi-experimental research type, Posttest Only Control Group Design, using the subject Candida albicans group of 20 aquades samples and 20 AC water solvent samples with simple random technique. Data were analyzed using the Mann Whitney comparative test with a significance level of 5%. Results: both groups had median, minimum, maximum values equal to the average ± SD range in the aqudes group 10-38 CFU / mL and the AC water group 8-38 with CFU / mL. Mann Whitney Test p-value = 0.715> 0.05. Conclusion: The ability of AC water as a solvent for SDA media is no different from distilled water.

References

1. BPS. 2014. Persentase Rumah Tangga yang Memiliki AC Menurut Provinsi dan Perilaku Menyalakan AC Dibawah 250C, 2013 .[Online] https://www.bps.go.id/statictable/2014/05/02/1355/persentase-rumahtangga-yang-memiliki-ac-menurutprovinsi-dan-perilaku-menyalakan-acdibawah-25-c-2013.html. [Diakses 16 Juli 2019].
2. Cappucino, J., & Sherman, N. (2013). Manual Laboratorium Mikrobiologi. Jakarta: EGC.
3. Dahlan SM (2012). Statistik Untuk Kedokteran Dan Kesehatan. Jakarta: EGC
4. Difco, & BBL. (2009). Manual of Microbiological Culture Media. USA: Becton, Dickinson and Company.
5. Fitriana S. 2019. Analisis Menentukan Rekomendasi Penyejuk Udara Yang Tepat Menggunakan Metode Moora. Jurnal Evolusi. Volume 7 Nomor 1 2019 : 89 – 95
6. Gandjar, I., Wellyzar, S., Ariyanti, O. 2006. Mikologi Dasar dan Terapan. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.
7. Getas I.W, Wiadnya I.B.R dan Wagurian L.A. 2014. Pengaruh Penambahan Glukosa Dan Waktu Inkubasi Pada Media SDA (Sabaroud Dextrose Agar) Terhadap
Pertumbuhan Jamur Candida Albicans. Media Bina Ilmiah S1. Volume 8 Nomor 1 Februari 2014 : 51 – 56.
8. Hakim L dan Ramadhian M.R. 2015.Kandidiasis oral. Majority Vol.4 No.8 Desember 2015: 53 - 57
9. Harahap, M. 2000. Ilmu Penyakit Kulit. Jakarta : Hipokrates
10. Hari B.P, Anakorin D, Retno T.M.2016. Studi Pemanfaatan Kondensat Air Conditioning (AC) Menjadi Air Layak Minum.Prosiding Seminar Nasional Tehnik Kimia
Kejuangan Yogyakarta.17 Maret 2016. ISSN 1693-4393
11. Herison A, dkk, 2018. Kajian Penggunaan Kondensat AC Sebagai Bahan Baku Air Minum Dari Segi Kualitas Dan Kuantitas (Review). Jurnal Spatial. Volume 18 Nomor 1 2018: 14 – 23.
12. Indrawati T dan Ningsih N.I.D.2018. Penerapan Statistik Proses Control Dalam Pengamatan Sifat Fisika Dan Kimia Air Buangan Dari Air Conditioning (AC). Integrated Lab Jurnal Volume 06 Nomor 02 Oktober 2018 : 85 – 92.
13. Khotimah H, Anggraeni. E.W, dan Setianingsih A. 2017. Karakterisasi Hasil Pengolahan Air Menggunakan Alat Destilasi. Jurnal Chemurgy Volume 1 Nomor 2 Desember 2017 : 34 – 39.
14. Lehninger. 2008. Dasar-Dasar Biokimia, terj. Maggy Thenawidjaja. Jakarta: Erlangga.
15. Mutiawati V.K.2016. Pemeriksaan Mikrobiologi Pada Candida albicans. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala. Volume 16 Nomor 1 Agustus 2016 : 53 – 63.
16. Republik Indonesia.2013. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 tahun 2013. Cara Penyelenggaraan Laboratorium Klinik Yang Baik.Jakarta
17. Safitri, R., & Novel, S. S. (2010). Medium Analisis Mikroorganisme (Isolasi dan Kultur). Jakarta: CV. Trans Info Media.
18. Siswanto, Susila, Suyanto. 2014.Metode Penelitian : Kesehatan dan Kedokteran. Yogyakarta : Bursa Ilmu. 2014.
19. Soetojo SDR dan Astari L,2016. Profil Pasien Baru Infeksi Kandida pada Kulit dan Kuku. BIKKK Volume 28 Nomor 1. April 2016 : 34 – 41.
20. Sonnenwirth AC, Jarett L (1980). Gradwohl's Clinical Laboratory Methods and Diagnostic. United State Of America : Mosby Company.p:1482.
21. Srigandono, B. 1981. Rancangan Percobaan (Eksperiment Design). Universitas Diponegoro, Semarang. Hlm 23−26.
22. Stoecker F. Wilbert :Jones, J.W dan Supratman H. 1996. Refrigerasi dan Pengkondisian Udara. Edisi 2. Erlangga. Bandung.
23. Utama, H. (2012). Praktikum Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta: Badan Penerbit FKUI.
Published
2020-08-12
How to Cite
1.
Tominik V, Haiti M. LIMBAH AIR AC SEBAGAI PELARUT MEDIA SABOURAUD DEXTROSE AGAR (SDA) PADA JAMUR Candida Albicans. maskermedika [Internet]. 12Aug.2020 [cited 28Oct.2020];8(1):15-0. Available from: http://ejournal.stikesmp.ac.id/index.php/maskermedika/article/view/368
Section
Articles