FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN LASERASI PERINEUM PADA KEHAMILAN NORMAL DI RSUD DR. IBNU SOETOWO BATURAJA KABUPATEN OGAN KOMERING ULU

  • Sabtian Sarwoko STIKes Al-Ma’arif Baturaja
Keywords: perineal laceration event, labor spacing, birth weight, maternal age

Abstract

Pendahuluan: Banyak kemungkinan masalah yang muncul pada ibu pasca persalinan salah satunya adalah laserasi perineum. Laserasi perineum dapat menjadi suatu hal yang mengancam jika diikuti dengan perdarahan. Ada beberapa factor yang dapat mengakibatkan laserasi perineum yaitu jarak kehamilan,, berat bayi lahir, dan usia ibu. Tujuan penelitian: ini ditujukan untuk mengetahui factor apa saja yang berhubungan dengan laserasi perineum pada kehamilan normal. Di RS Ibnu Sotowo Baturaja. Metode Penelitian: ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin normal di RSUD dr. Ibnu Soetowo Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu, dengan sampel pengambilan sampel secara random sampling dengan jumlah sampel 177 responden. yang selanjutnya dilakukan uji statistik Chi-Square, dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian: menunjukkan bahwa ada hubungan jarak persalinan dengan kejadian laserasi perineum (p value 0,002), ada hubungan berat badan lahir dengan kejadian laserasi perineum (p value 0,001) serta ada hubungan umur ibu dengan kejadian laserasi perineum (p value 0,001).

 

Bacground: Many possible problems that arise in mothers after childbirth one of which is perineal laceration. Perineal laceration can be a threat if followed by bleeding. There are several factors that can cause perineal laceration, namely the distance of pregnancy, birth weight, and maternal age. This study aimed to determine what factors are associated with perineal laceration in normal pregnancy. At the Ibnu Sotowo Baturaja Hospital. Methode This research uses analytic survey with cross sectional approach. The study population was all normal delivery mothers at RSUD dr. Ibnu Soetowo Baturaja Ogan Komering Ulu Regency, with a random sampling with 177 respondents. the Chi-Square statistical test was then performed, with a 95% confidence level. The results showed that there was a relationship between the distance of labor with the incidence of perineal laceration (p value 0.002), there was a relationship of birth weight with the incidence of perineal laceration (p value 0.001) and there was a relationship between maternal age and the incidence of perineal laceration (p value 0.001).

References

Annisa.S.A, 2013. Faktor-Faktor Risiko Ruptur Perinium Di Rsud Dr. Adjidarmo Lebak Pada Bulan Oktober-Desember 2013. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta
Data RSUD Ibnu Soetowo Baturaja. 2017. Data Ibu Bersalin serta Ruptur Perineum. Baturaja Dinkes Palembang. 2015. Data Ibu Bersalin serta Ruptur Perineum.
Sumatera Selatan. Palembang
Fajrin serta Fitriani. 2015. Hubungan hantaran Berat Baserta Bayi Baru Lahir pada Kehamilan Fisiologis dengan Kejadian Laserasi Perineum. Jurnal Kebisertaan. Volume 7 / No. 2 / Desember 2015
Hastono. 2014. Metodelogi Penelitian Kesehetan. EGC. Jakarta
Hutomo, (2014), Faktor Resiko Laserasi Pada Jalan Lahir di RS Betesdha Yohayakarta. FK UGM Diakses tanggal 22 Maret 2017. http://insanimj.blogspot. com,
Nugroho. 2014. Patologi Kebisertaan. Medical Book. Jakarta
Palimbo R, 2013. Hubungan Umur serta Paritas Dengan Kejadian Laserasie Perineum Di VK Bersalin RSUD. Dr. Ansari Banjarmasin Tahun 2013. Banjarmasin. Tesis
Prawiroharjo. 2012. Ilmu Kebisertaan. Bina Pustaka. Jakarta Prawita aa. Hubungan antara paritas dengan kejadian robekan jalan lahir di rsud langsa kota langsa provinsi aceh. 2015
Purna. R. 2014. Ilmu Kebisertaan Patologi serta Fisiologi Kehamilan. Yogyakarta: Yayasan Essentia Medica
Rahayu, 2016. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Laserasi Perineum di Puskesmas Mergangsan Kota Yogyakarta. Jurnal Medika Respati. Vol XI Nomor 2 April 2016. ISSN. 1907-3887
Rahmawati I. 2011, Hubungan berat badan lahir dengan derajat ruptur perineum pada persalinan normal di rsia kumala siwi pecangaan jepara. J kesehatan dan budaya.
Reniwati. 2014. Asuhan Kbisertaan dalam Kehamilan, Prsalinan, Nifas serta Gangguan Reproduksi. Salemba Medika. Jakarta
Ristiati. Nor ‘aini. Wahyunita. 2016. Hubungan Berat Baserta Bayi Lahir Dengan Derajat Laserasi Jalan Lahir Pada Ibu Primipara Di Rs Muhamad Husain. Jurnal Kesehatan serta Budaya. Vol 5 No. 1. ISSN 1907-1396
Rosdiana.2014. Faktor-Faktor yang mempengaruhi terjadinya rupture perineum pada ibu bersalin normal di Puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar (PONED) Darul Imarah. Aceh Besar (Skripsi) Banda Aceh. STIes U’Budiyah Banda Aceh
Rosmawar. 2015. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Laserasi Pada Kehamilan Normal Di Puskesmas Tanah Jambo Aye Panton Labu. Jurnal Ilmiah STIKes U’Budiyah. Vol.2, No.1, Maret 2016
Sabri. Kusharisupeni. Dartiwen. 2016. Pengaruh Pemijatan Perineum Pada Primigravida Terhadap Kejadian Laserasi Perineum Saat Kehamilan Di Biserta Praktik Mandiri (BPM) Wilayah Kerja Puskesmas Margadadi Kabupaten Indramayu. Jurnal Kesehatan. Vol. 08, No. 02, Agustus 2016
Susanti. 2014. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Ruptur Perineum Spontan di BPM Biserta “N” Kota Bandung. Bandung: STIKES Bhakti Kencana Bandung
Wahyuni. 2015. Asuhan Kebisertaan Kegawatdaruratan Maternal serta Neonatal. Sinar Harapan. Jakarta
Yadizah, I, 2013. Faktor-faktor yang mempengaruhi Terjadinya Laserasi Perineum Pada Proses Kehamilan Primipara Studi Di RB Budi Asih Semarang: Tesis. Universitas Muhammadiyah Semarang
Published
2020-08-13
How to Cite
1.
Sarwoko S. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN LASERASI PERINEUM PADA KEHAMILAN NORMAL DI RSUD DR. IBNU SOETOWO BATURAJA KABUPATEN OGAN KOMERING ULU. maskermedika [Internet]. 13Aug.2020 [cited 28Oct.2020];8(1):58-5. Available from: http://ejournal.stikesmp.ac.id/index.php/maskermedika/article/view/379
Section
Articles