SENSITIVITAS KAKI PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG

  • Sukron Sukron STIKes Muhammadiyah Palembang
Keywords: Gambaran, Sensitivitas Kaki, Pasien Diabetes Melitus Tipe II

Abstract

Latar Belakang : Meningkatnya angka penyakit diabetes melitus tipe 2 khususnya di Indonesia bersamaan dengan meningkatnya komplikasi salah satunya diabetic foot ulcer yang juga merupakan faktor terjadinya gangguan sensitivitas pada kaki. Pencegahan dapat dilakukan dengan mengukur sensitivitas kaki dengan menggunkan monofilmen test. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui gambaran tingkat sensitivitas kaki pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode Deskripti Analitik dengan pendekatan kuantitatif. Teknik sampling menggunakan convenience sampling pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang yang berjumlah 60 responden. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pasien diabetes melitus tipe 2 berusia 59,45 tahun dan sebagaian besar berjenis kelamin laki-laki dengan tingkat pendidikan sebesar 33,3% SD dan 33,3% SMA. Rerata responden juga menderita diabetes melitus tipe 2 selama 3,58 tahun dengan sebagian besar responden tidak berkerja dan tidak berolahraga. Serta tingkat sensitivitas kaki pada pasien diabetes melitus tipe 2yang tidak ada rasa dengan frekuensi tertinggi yaitu pada dorsal kaki sebanyak 25 orang (41,67%), metatarsal head ke-1 sebanyak 23 orang (38,33%), Midfoot bagian Medial sebanyak 22 orang (36,67), jari tengah sebnayk 21 orang (35%), metatarsal head ke-3 sebanyak 20 orang (33,33%), Midfoot bagian lateral sebanyak 20 orang (33,33%), Tumit sebanyak 18 orang (30%), jari kelingking sebanyak 18 orang (30%), metatarsal haed ke-2 sebanyak 17 orang (28,33%), dan terendah yaitu pada
jempol kaki dengan frekuensi 12 responden (20%). Kesimpulan : sensitivitas kaki pada pasien diabetes melitus tipe II yaitu terendah pada dorsal kaki.

 

Background: The increasing number of type II diabetes mellitus, especially in Indonesia together with the increase in complications, one of which is diabetic foot ulcer, which is also a factor in sensitivity to the feet. Prevention can be done by measuring foot sensitivity by using a monofilment test. Objective: To find out the description of the level of sensitivity of the foot in patients with type II diabetes mellitus patients in Muhammadiyah Hospital Palembang. Method of Researvh: This research is a research with Analytic Descriptive method with quantitative approach. The sampling technique uses convenience sampling in patients with type II diabetes mellitus at Muhammadiyah Hospital Palembang, amounting to 60 respondents. Result of Research: The results showed that the average type II diabetes mellitus patients were 59.45 years old and most were male with education level of 33.3% elementary school and 33.3% high school. The average respondent also suffered from type II diabetes mellitus for 3.58 years with most respondents not working and not exercising. And the level of sensitivity of the foot in patients with type II diabetes mellitus that does not have the highest frequency is the dorsal foot of 25 people (41.67%), the first metatarsal head of 23 people (38.33%), Midfoot of the Medial section of 22 people (36.67), middle fingers 21 people (35%), 3rd metatarsal head as many as 20 people (33.33%), lateral midfoot as many as 20 people (33.33%), Heel as many as 18 people ( 30%), the pinky finger was 18 people (30%), the second metatarsal haed were 17 people (28.33%), and the lowest was the big toe with a frequency of 12 respondents (20%). Conclusion: Foot sensitivity in type II diabetes mellitus patients is lowest in the dorsal foot.

References

American Diabetes Association (ADA). (2017). Diagnosis And Classification Of Diabetes Melitus. American Diabetes Care, Vol.38, pp: 8-16.
Aldnyana, L., Hensen, Budhiarta, A.G., (2012). Penatalaksaan Pasien Diabetes Melitus di poliklinik Rumah Sakit Sanglah Denpasar. Jurnal Penyakit Dalam. Vol 7: pp
186-192.
Arifin, Augusta L., 2013, Panduan Terapi Diabetes Melitus Tipe 2 Terkini, Http://respository.unpad.ac.id (di akses pada 23november 2013).
Billous, R & Donelly, R. (2014). Buku panduan diabetes edisi IV. Jakarta : bumi medika
Budiman, (2011). Penelitian kesehatan buku pertama. Jakarta : Redika aditama
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2012). Diabetes report card 2012. Diunduh pada tanggal 20 Februari 2014 dari http://www.cdc.gov/diabetes/pubs/pdf/DiabetesReportCard.pdf
Damayanti, Santi., (2015). Penatalaksanaan diabetes melitus. Yogyakarta: Nuha Medika.
Fatimah, R. N.(2015).Diabetes Mellitus Tipe 2.J Majority, 4(5),93-101.
Febrianti, Winda. (2018). Gambaran ankle brachial index dan skore pengkanjian luka pada pasien ulkus kaki diabetic di RSUD Dr Slamet Garud diunduh dari : 3 maret 2019
Hidayati, Nur. 2015. Pemberian senam kaki diabetes dengan bola plastic terhadap tingkat sensitivitas kaki pada asuhan keperawatan diabetes di unduh dari : 1 maret 2019 http://digilib.stikeskusumahusada.ac.id.
International diabetes federation. (2010). Million unite for diabetes awareness on world diabetes day 2010.(online).(http://www.idf.org/node/4369/ diakses pada tanggal 7 april 2017.
Karinda, R. A. (2013). Pengaruh Senam Sehat Diabetes Melitus Terhadap Profil Li[Id Klien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Pusksmas Patrang Kabupaten
Jember. Skripsi Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember.
Khardori, R.(2013). Medscape endocrine diabetes melitus type 2. di unduh januari januari 21 2017 dari medscape.
Natalia, et al. 2013. Efektivitas senam kaki diabetic dengan tempurung kelapa terhadap tingkat sensitivitas kaki pada pasien diabetes melitus pada pasien
diabetes melitus tipe 2 diunduh Dari : 3 maret 2019 https://repository.unri.ac.id
Noor, Restyana. 2015. Diabetes melitus tipe 2 diunduh Dari : 2 maret 2019 http://juke.kedokteran.unila.ac.id
Notoadmojo, (2013). Metodologi penelitian kesehatan. Jakartra: Rineka cipta
Nursalam, (2013). Metodologi ilmu keperawatan (ED 3). Jakarta : Salemba Medika
Oktaviah, D. (2014). Efektivitas Senam Kaki Diabetik Dengan Bola Plastik Terhadap Tingkat Sensitivitas Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. ( Skrpsi). Universitas Riau.
PERKENI. (2012). In C. E Tanto, Kapita Selekta Kedokteran Esenstial Of Medicine. Jakarta: Media Aesculapius
Prasetyani, D. et al (2017). Karakteristik pasien diabetes melitus tipe II di puskesmas cilacap tengah 1 dan 2. Universitas
Rendy, ClevoM. Dan Margareth (2012). Asuhan Keperawatan Medical Penyakit Dalam. Yogjakarta: Nuha Medika.
Rusandi, D. (2015). Pengaruh Senam Kaki Diabetes Melitus Terhadap Tingkat Sensitivitas Kaki dan Kadar Glukosa Darah pada Penderita Diabetes Melitus Di
Kelurahan Banyu Raden Gamping Sleman (Skripsi). Universitas
Rohana, R (2014). Melakukan Senam Kaki diabetes Melitus Dengan Koran Terhadap Sensitivitas Kaki Pada Diabetes Melitus Tipe 2 Di Ruang Mawar RSUD
Riskesdas. (2018). Riset Kesehatan Dasar, Kementrian Kesehatan RI. (http://depkes.go.id).
Safira K, 2018. Buku pintar diabetes. Yogyakarta: Nuha Medika
Setiyohadi, et. Al. (2012) Editors. Buku Ilmu Penyakit Dalam Jilid 3. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Univeritas Indonesia.
Soegondo, Sidartawan, Pradana Soewondo, Imam Subekti, ed. penatalaksanaan diabetes miletus terpadu , Jakarta: balai penerbit FKUI: 2013.
Suyono, S.,(2016). Penatalaksanaan diabetes melitus terpadu: Patofisologi Diabetes Militus, Fakultas Kedokteran Indonesia, Jakarta.
Perkeni. (2012). Konsesus pengelolahan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di indonesia. http:/www.pbpapdi.org. di akses tanggal 1 oktober 2015.
Purnamasari D. (2012). Diagnosis Dan Klasifikasi Diabetes Melitus. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid III. Ed ke-5. Jakarta: Interna Publishing.
Priyanto, S. (2012). Pengaruh Senam Kaki Terhadapa Sensitivitas Kaki & Kadar Gula Darah Aggregat Lansia Diabetes Melitus Di Magelang. Thesis Ilmu Keperawatan. Universitas Indonesia.
Tandra, hans.,(2018) . Panduan lengkap mengenal dan mengatasi diabetes dengan cepat dan mudah. Jakarta: Gramedia pustaka.
Tjokprawiro, Askandar. (2015). Hidup Sehat Dan Bahagia Bersama Diabetes Melitus. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
World Health Organisation (WHO). 2016. World Health Statistics. Dunia: WHO
Yahya, N. (2018). Hidup sehat dengan diabetes.Jakarta: Selemba Medika.
Zardi, Elia Daini,(2012). Karakteristik Penyakit Diabetes Melitus (DM) tipe 2 yang di rawat di Rumah Sakit Dr. M. Jamil Padang tahun 2012
Published
2020-08-14
How to Cite
1.
Sukron S. SENSITIVITAS KAKI PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG. maskermedika [Internet]. 14Aug.2020 [cited 21Oct.2020];8(1):163-75. Available from: http://ejournal.stikesmp.ac.id/index.php/maskermedika/article/view/389
Section
Articles