HUBUNGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL, HIDRAMNION, DAN KETUBAN PECAH DINI (KPD) TERHADAP KEJADIAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH (BBLR) DI RUMAH SAKIT ISLAM SITI KHADIJAH PALEMBANG TAHUN 2018

  • Jeza Permata Sari Universitas Kader Bangsa Palembang
  • Putu Lusita Nati Indriani Universitas Kader Bangsa Palembang
Keywords: Anemia, Hidramnion, KPD, BBLR

Abstract

Latar Belakang: Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) Ialah bayi baru lahir, berat badannya saat kelahiran kurang dari 2.500 gram. Tujuan dari penelitian: Penelitian Ini Bertujuan untuk mengetahui Hubungan anemia, hidramion, KPD terhadap kejadian BBLR di RSI Siti khadijah palembang tahun 2018. Desain penelitian: Penelitian ini menggunakan metode Survey Analitik dengan pendekatan Case Control, populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin dan BBL di RSI siti khadijah Palembang tahun 2018, Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-juni 2019, dengan sampel sebanyak 82. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang anemia sebanyak 23 (28,0%), ibu yang Hidramnion sebanyak 13 (15,9%), dan ibu yang KPD sebanyak 27 (32,9%), ibu yang melahirkan bayi dengan BBLR sebanyak 27 (32,9%), Berdasarkan Hasil analisis Bivariat dengan uji statistic Chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna/signifikan antara Anemia dengan BBLR yaitu dengan nilai p-value = 0,002, berdasarkan analisis bivariat dengan uji statistic Chi-square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna/signifikan antara Hidramnion terhadap BBLR dengan nilai p-value 0,338 < α = 0,05 dan berdasarkan analisis bivariat dengan uji statistic Chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna / signifikan antara KPD dengan BBLR dengan nilai p-value = 0,002. Kesimpulan: Disarankan bagi orang tua untuk dapat memperhatikan kadar Hb, jumlah air ketubann dan keuban pada saat hamil untuk mengurangi kejadian BBLR.

 

Background: Low Brith Weight Baby (LBWB) is a newbom whse weigt is less than 2.500 gram atb brith (Maryani, 2013). The purposes of this study: This study armed to find out the relationship of anemia, hydrammnions, PMR, to the meidence of LBWB at Siti Khadijah Islamic Hospital to Palembang in 2018. Research methods This study used the Analytical Survei method with a Cross Sectioal study approach. The population was all mothers giving brith and BBI. Mothers at Siti Khadijah Islamic Hospital to Palembang in 2018. The study was conducted from May to June 2019. The results: With the number of sampel of 82 mothers giving brith the results of the study showed that there were 23 responden (28,0%) having anemia and 59 responden (72,0%) having no anemia. There were 13 responden (15,9%) mothers having hydramnions and 69 responden (84,1%) having no hydramnions. There were 27 responden (32,9%) having PMR and 55 Responden (67,1%) having no KPD.
There were 27 responden (32,9%) gave brith to LBW babies and 55 Responden (67,1%) did not. The result of the Bivariat analysis with Chi-square statistical test showed that there was a significant relationship between anemia to LBWB with p-value of 0,002 < α = 0,05. The bivariat analyses with with Chi-square statistical test showed that there was no significant relationship between hydramnions to LBWB with p-value of 0,338 > α = 0,05 and there was a significant correlation betweeb the PMR and LBWB with p-value of 0,005 < α = 0,05. Conclusion: It is recommended to pay attenion to Hb levels, the amount of amniotic fluid that seeps to reduce the incedence of LBWB.

References

1. Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian Suatu pendekatan praktik. Jakarta : PT Rineka Cipta
2. Dewi, dkk. 2011. ASUHAN KEHAMILAN untuk KEBIDANAN. Jakarta : Salemba Medika
3. Dewi, Vivian nanny lia. 2010. ASUHAN NEONATUS BAYI DAN ANAK BALITA. Jakarta : Salemba Medika
4. Fadlun, dkk. 2012. ASUHAN KEBIDANAN PATOLOGI. Jakarta : Salemba Medika
5. Indiarti, M.T. 2015. Panduan Terbaik A-Z Kehamilan Persalinan dan Perawatan Bayi. Yogyakarta. Indoliterasi
6. Jaya, N. 2009. Analisis Faktor Risiko Kejadian BBLR di Rumah Sakit Ibu dan Anak Siti Fatimah Makasar. Media Gizi Pangan. Vol. VII Edisi 1: 49-54
7. Jitowiyono, S dkk. 2011. Asuhan Keperawatan Neonatus dan Anak. Yogyakarta : Nuha Medika
8. Joshi. H.,S dkk, 2014. Risk Factor for Law Brith (LBW) Nanies and its Medico-Lefal Significance. J Indian Acad Med.
9. Lisnawati, Lilis. 2012. ASUHAN KEBIDANAN dan Kegawatdaruratan Maternal & Neonatal. Jakarta : CV TRANS INFO MEDIA
10. Maryunani, Anik. 2014. ASUHAN NEONATUS, BAYI, BALITA & ANAK PRA-SEKOLAH. DKI Jakarta : CV TRANS INFO MEDIA.
11. Maryunani, Anik. 2O13. Buku saku Asuhan Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah. DKI Jakarta : CV TRANS INFO MEDIA.
12. Notoatmojo,S. 2012. Metodelogi Penelitian. Jakarta: Badan Penerbit Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
13. Nugroho, Taufal. 2015. Patologi Kebidanan. Yogyakarta: Nuha Medika
14. Pudiastuti, R,D. 2011. Buku Ajar Kebisanan Komunitas.Yogyakarta: Nuha Medika
15. Proverawati, Atika 2011. Anemia dan Anemia Kehamilan. Yogyakarta: Nuha Medika
16. Proverawati, dkk. 2010. BBLR Berat Badan Lahir Rendah. Yogyakarta: Nuha Medika
17. Proverawati, dkk. 2009. Buku Ajar Gizi Untuk Kebidanan. Yogyakarta: Nuha Medika
18. Rukiyah, dkk. 2010. Asuhan Kebidanan 4 (Patologi). Jakarta : TIM
19. Saputra, Lyndon. 2014. Pengantar Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita. Tangerang Selatan : BINA RUPA AKSARI PUBISHUNG
20. Sugiyono, 2015, Metode Penelitian Pendidikan,Pendekatan Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.
21. Sujarweni, V.wiratna. 2015. Statistik Untuk Kesehatan. Yogyakarta : GAVA MEDIA
22. Sukarni, dkk. 2014. PATOLOGI Kehamilan, Persalinan, Nifas, dan Neonatal Risiko Tinggi. Yogyakarta : Nuha Medika.
23. Tarwoto, dkk. 2016. Buku Saku Anemia Pada Ibu Hamil, Konsep dan Penatalaksanaanya. Jakarta : TIM.
24. Aditya, Nara Dikna. 2016. Hubungan Bayi Berat Badan Lahir Rendah dengan Ketuban Pecah Dini. Surabaya
25. Andria, 2017. Hubungan Anemia Pada Ibu Hamil dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Rokan Hulu. Riau. diakses April 2019
26. DEPKES RI, 2017. Profil Kesehatan Palembang 2017, diakses April 2019.
27. DEPKES RI, 2015. Profil Kesehatan Sumsel 2015. diakses April 2019
28. Hidayati, Isti. 2016. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Prambanan. Yogyakarta. diakses April 2019.
29. Liesmayani, Elvi Era. 2014. Hubungan Anemia Ibu hamil dengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)di RSU Kabanjahe. Medan. diakses April 2019
30. Ningsih, Nursamsita. 2016. Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Ketuban Pecah Dini (KPD) dan Persalinan Prematur dengan Kejadian Sepsis Neonatus di badan layanan umum daerah RS Benyamin. Kendari. diakses April 2019
31. Sulistyorini, dkk. 2015. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi kejadian BBLR di Puskes Perkotaan. Banjarnegara. diakses April 2019
32. Yuniatini, Ummy. 2016. Hubungan Antara Usia dan Jarak Kehamilan Sebelumnya dengan Berat Bayi Lahir Rendah di RS gunung Kidul. Yogyakarta. diakses April 2019
Published
2020-08-15
How to Cite
1.
Sari J, Indriani P. HUBUNGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL, HIDRAMNION, DAN KETUBAN PECAH DINI (KPD) TERHADAP KEJADIAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH (BBLR) DI RUMAH SAKIT ISLAM SITI KHADIJAH PALEMBANG TAHUN 2018. maskermedika [Internet]. 15Aug.2020 [cited 28Oct.2020];8(1):185-92. Available from: http://ejournal.stikesmp.ac.id/index.php/maskermedika/article/view/392
Section
Articles