ANALISIS KONSEP DIRI ANAK YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN ANALYSIS SELF CONCEPT OF CHILDREN LIVING IN ORPHANAGE

  • Romlah Dewi STIKes Muhammadiyah Palembang
  • Puji Setya Rini STIKes Muhammadiyah Palembang
Keywords: Konsep Diri, Anak, Panti Asuhan

Abstract

Latar Belakang: Konsep diri mulai berkembang sejak masa bayi dan terus berkembang sejalan dengan perkembangan individu itu sendiri. Anak usia sekolah, merupakan usia anak dengan berbagai macam karakterisitik yang mempunyai konsep dari pada pandangannya atau penilaian individu lain terhadap dirinya sendiri, baik bersifat fisik, sosial, maupun psikologis yang di dapat dari hasil interaksinya dengan orang lain. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui konsep diri anak yang tinggal di panti asuhan. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan evaluation research secara univariat yaitu melakukan penilaian terhadap pelaksanaan kegiatan program yang sedang dilakukan dalam rangka mencari umpan balik dan tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan tehnik total sampling sebanyak 40 responden. Hasil : Hasil penelitian gambaran konsep diri anak usia 6-12 tahun meliputi gambaran diri positif 20 (50%) responden negatif 20 (50%), ideal diri realistis 19 (47%) dan tidak realistis 21 (53%) responden, harga diri tinggi 22 (55%) responden, rendah 18( 45%) peran diri berperan 22 (55%) responden, tidak berperan 18 (45%) responden, dan identitas diri kuat 17 (47%) responden, tidak kuat 23 (58%) responden. Kesimpulan : Hendaknya anak yang tinggal di panti asuhan dapat menjaga konsep diri sehingga memudahkan interaksi sosial sehingga individu yang bersangkutan dapat mengantisipasi reaksi orang lain.

 

 

Background: The concept of self began to develop from infancy and continues to develop in line with the development of the individual itself. school age children, is the age of children with a variety of characteristics that have concepts from their views or other individual assessments of themselves, both physical, social, and psychological in the results of their interactions with others. The purpose of this study was to determine the selfconcept of children living in orphanages. Methods: The research design used was observational analytic with a univariate evaluation research approach which was to carry out an assessment of the implementation of the program activities being carried out in order to seek feedback and sampling techniques using a total sampling technique of 40 respondents. Results The results of the study of self-concept of children aged 6-12 years include positive self-image 20 (50%) negative respondents 20 (50%), realistic self-ideal 19 (47%) and unrealistic 21 (53%) respondents, high self-esteem 22 (55%) respondents, low 18 (45%) self-role plays 22 (55%) respondents, does not play 18 (45%) respondents, and self-identity is strong 17 (47%) respondents, not strong 23 (58%) respondents . Conclusion:Children who live in orphanages should be able to maintain their self-concept so as to facilitate social interaction so that the individual can anticipate the reaction of
others.

References

Agoes Dariyo. (2004). Psikologi Perkembangan Remaja. Bogor: Ghalia Indonesia.
Andi Mappiare. (1992). Pengantar Konseling dan Psikoterapi. Malang: Rajawali Pers.
Angelis, Barbara De. (2003). Confidence Percaya Diri Sumber Sukses dan Kemandirian.Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Candy, Philip. (1991) Independent learning; Some ideas from the literature. Diakses dari
Conny Semiawan. (2002). Belajar dan Pembelajaran Prasekolah dan Sekolah Dasar. Jakarta: PT Indeks.
Chabib Thoha. (1996). Kapita Selekta Pendidikan Islam. Yogyakarta : Pustaka pelajar (IKAPI).
Dahlan, S (2008).”langkah-langkah Membuat Proposal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta : CV. Sagung Seto.
Daryanto dan Muljo Rahardjo. (2012). Model Pembelajaran Inovatif. Malang: Gava Media.
Depdikbud. (1996). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Djaali. (2007). Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Dudung Hamdung. (2009). The 7 Personalities of Success. Yogyakarta: Gara Ilmu.
Departemen kesehatan RI. (2013). Riset kesehatan Dasar. Jakarta : Depkes RI.
Dermawan, Deden.(2012). Buku Ajar Keperawatan Komunitas. Yogyakarta: Gosyen Publishing
Hamdan. (2009). Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dengan Motivasi Berprestasi Pada Siswa SMUN 1 Setu Bekasi. Skripsi. Depok: Universitas Gunadarma.
Haris Mudjiman. (2006). Manajemen Pelatihan Berbasis Belajar Mandiri. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Haryanto. (2010). Pengertian Konsep Diri. Diakses dari http://belajarpsikologi.com/pengertiankonsep-diri/pada Tanggal 10 juni 2015 jam 22:13.
Hendrianti Agustianti. (2006). Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Refika Aditama.
Hiemstra. (1994). Self-Directed Learning. In T. Husen & T. N. Postlewaite (Eds), The International Encyclopedia of Education (second edition) Oxford: Porgomon Press. Diakses dari Holsten, Hermann. (1984). Murid Belajar Mandiri. Penerjemah: Soeparmo. Bandung: CV Remadja Karya.
Hutagalung, Inge. ( 2007). Pengembangan Kepribadian Tinjauan Praktis Menuju Pribadi Positif. Jakarta: PT Indeks Effendy, Ferry dan Makhfudli. /2009/Keperawatan Kesehatan Komunitas-Teori dan Praktek dalam Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Effendy, Nasrul. (1998). Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat Edisi 2. Jakarta: EGC
Elfindri dkk,(2010). Metodologi penelitian Kesehatan. Jakarta: Baduose Media Jakarta.
Irianto,A.(2010). Statisitk Konsep dasar, Aplikasi dan Pengembangannya. Jakarta: Kencana Predana Media group.
Malita. (2014). Skripsi “Hubungan konsep diri dengan tingkat kecemasan pada orang tua anak tuna rungu di SLB B karya Ibu Palembang Tahun 2014”. Palembang: Program Studi Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Palembang.
Mulyati. (2005). Psikologi Belajar. Yogyakarta: Andi Offset.
Pasaribu dan Simandjuntak. (1980). Proses Belajar Mengajar. Bandung: Tarsito.
Riwidikdo, H. (2010). Statistik Untuk Penelitian Kesehatan Dengan Aplikasi Program R dan SPSS. Yogyakarta : Pustaka Rihama.
Retno Dwi Astuti. (2005). Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kemandirian Siswa Dalam Belajar pada Siswa Kelas XI SMA Negeri Sumpiuh
Rika Eka Izzaty, dkk. (2008). Perkembangan Peserta Didik. Yogyakarta: UNY Press.
Rochmat Wahab dan Solehuddin. (1998). Pekembangan dan Belajar Peserta Didik. Yogyakarta: Depdikbud.
Rosnida Nurhayati. (2007). Pemanfaatan Website www.gomath.com sebagai Media dalam Peningkatan Kemandirian Belajar Matematika Siswa kelas XSMA N 1 Sleman Tahun Pelajaran 2006/2007. Skripsi. Yogyakarta: UNY.
Rusman. (2012). Model-Model Pembelajaran. Bandung: Rajawali Pers
Saryono & Widianto, A. T. (2010). Catatan Kuliah: Kebutuhan Dasar Manusia (KDM). Yogyakarta: Nuha Medika.
Schaefer, Charles. (1994) Bagaimana Mempengaruhi Anak. Jakarta: Dahara Press.
Schiller, Pam dan Bryant, Tamera. (1998). The Values Book for Children (16 Nilai Modal Dasar Bagi Anak). Penerjemah: Susi Sensusi. Jakarta:
PT Elex Media Komputindo. Siregar, Syofian. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi Perhitungan Manual SPSS. Jakarta: Kencana.
Slameto. (2010) Belajar dan FaktorFaktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitaif Kualitatif dan R&D.
Bandung: Alfabeta.
Syaiful Bahri Djamrah dan Aswan Zain. (1997). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Syaiful Sagala. (2010). Konsep dan Makna Pembelajaran untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Bandung: Alfabeta.
Syamsu Yusuf. (2006). Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah (SLTP dan SLTA). Bandung: Pustaka
Bani Quraisy. Walker, Edward. (1973). Conditioning dan Proses Belajar Instrumental. Penerjemah: Team Fakultas Psychologi Universitas Indonesia. Jakarta: Yayasan Penerbit Universitas Indonesia.
Published
2020-08-16
How to Cite
1.
Dewi R, Rini P. ANALISIS KONSEP DIRI ANAK YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN ANALYSIS SELF CONCEPT OF CHILDREN LIVING IN ORPHANAGE. maskermedika [Internet]. 16Aug.2020 [cited 21Oct.2020];8(1):216-25. Available from: http://ejournal.stikesmp.ac.id/index.php/maskermedika/article/view/397
Section
Articles