EFEKTIVITAS ABATE DAN EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle) DALAM MEMATIKAN LARVA Aedes Aegypti L INSTAR III

  • Triana Oktaviani STIKes Muhammadiyah Palembang
  • Zairinayati Zairinayati STIKes Muhammadiyah Palembang
Keywords: Aedes aegypti, Abate, Ekstrak Daun sirih

Abstract

Latar Belakang: Aedes aegypti merupakan nyamuk yang dapat berperan sebagai vektor Demam Berdarah Dengue (DBD). Upaya promotif dan preventif menjadi mutlak dilakukan untuk memutus mata rantai penularan dengan membunuh larva nyamuk dengan larvasida alami menggunakan ekstrak daun sirih (Piper betle) sebagai insektisida alami. Tujuan dari penelitian: ini adalah untuk mengetahui perbedaan abate dan ekstrak daun sirih (Piper betle) dalam mematikan larva Aedes aegypti L instar III. Desain penelitian: ini bersifat eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan 1 kontrol dan 8 kali pengulangan percobaan. Hasil Penelitian: dapat diketahui bahwa untuk penggunaan ekstrak daun sirih (Piper betle) dengan konsentrasi 5% dapat mematikan larva sebanyak 8 ekor, sedangkan konsentrasi 10% tidak dapat mematikan larva (0 larva) dan konsentrasi 15% dapat mematikan larva sebanyak 17 (85%) sedangkan untuk penggunaan abate dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15% dapat mematikan larva sebanyak 160 larva (100%). Kesimpulan: bahwa abate mempunyai efektifitas lebih tinggi di banding dengan ekstrak daun sirh (Piper betle).

 

 

Background: Aedes aegypti is a mosquito that can act as a vector of dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Promotove and preventive effort are absolutely necessary to break the chain to transmission by killing mosquito larvae with natural larvacides using betel leaf extract (Piper betle) as a natural insecticides. The purposes of this study: this was to determine the differences in abate and betel leaf extract (Piper batle) in kliing Aedes aegypti instar III larvae. Research methods this is an experimental study using a completely randomized design (CRD) consisting of 3 treatments 1 control and 8 repetitions of the experiment. The results: it can be seen that for the use of betel leaf extract(Piper betle) with a concentration cannot kill larvae in 17 (85%) whilke for the use of abate with a concentration of 5%, 10% and 15% can kill larvae of 160 (100%). Conclusion: that the abate has a higher effectiveness compared to sirih leaf extract.

References

1. Depkes RI, 2004. Perilaku Hidup Nyamuk Aedes Aegypti
2. Dwi Nugroho. 2013. Perbedaan Jumlah Kematian Larva Aedes Aegypti setelah Pemberian Abate dibandingkan dengan Serbuk Serai. Diambil Dari Http://Journal.Unnes.Ac.Id/Index.php/Kesmas (30 Juni 2015)
3. Fahmi, Mohammad 2006. Perbandingan Efektifitas Abate dengan Ekstrak Daun Sirih (Piper Betle Linn) dalam Menghambat Pertumbuhan Larva Nyamuk Aedes
Aegypti. Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro
4. Kardinan, Agus.2007. Pestisida Nabati.Ramuan dan Aplikasi. PT.Penebar Swadya. Bogor. Sel.Vol 1.3 No.1 Juli 2016:31-40.
5. Lidia, Kartini dan E. Widyaningrum.2008. Deteksi Dini Resistensi Nyamuk Aedes Albopictus Terhadap Insektisida Orgonofosfat di Daerah Endemis DBD dDi Palu,
Sulawesi Tengah. MKM Vol 03 No 2:1-3.
6. Prastha Indra Ak, Santjaka. Efektivitas Larvasida antara Abate, Ekstrak Daun Sirsak (Annona Muricata Linn) dan Ekstrak Daun Sirih (Piper Betle Linn) terhadap
Kematian Larva Aedes Aegypti Instar 3 Tahun 2015. Keslingmas Vol. 34 Hal. 124 – 223 September 2015 | 175
7. Ramayanti. I, Febriani.R. Uji Efektivitas Larvasida Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya Linn) terhadap Larva Aedes Aegypti, Syifa’ Medika, Vol.6 (No.2), Maret 2016
8. Ridha Mr, Nisa K (2015). Larva Aedes Aegypti sudah Toleran terhadap Temephos di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Jurnal Vektora, 3 (2): 9-111.
9. Ridha Mr, Nisa K (2015). Larva Aedes Aegypti Sudah Toleran terhadap Temephos di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Jurnal Vektora, 3 (2): 9-111.
10. Wahyuni, M. Perbandingan Efektivitas Pencampuran Ekstrak Daun Sirih (Piper Betle) dan Daun Bengkuang (Pachyrhizus Erosus) dengan Abate terhadap Mortalitas Larva Aedes Aegypti. Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 Desember 2017.
11. Wahyuningsih, N.E., Dharmana, E., Dkk 2008. Kelimpahan Aedes Spp. di Kota Semarang, Purwokerto Dan Yogyakarta. Jurnal Entomologi Indonesia, 5(1), Pp.45-59
12. Yunita, E, dkk. Pengaruh Ekstrak Daun Teklan (Eupatorium Riparium) terhadap Mortalitas dan Perkembangan Larva Aedes Aegypti. Semarang. UNDIP Press. 2009. Vol.11(1):11-17.
Published
2020-08-16
How to Cite
1.
Oktaviani T, Zairinayati Z. EFEKTIVITAS ABATE DAN EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle) DALAM MEMATIKAN LARVA Aedes Aegypti L INSTAR III. maskermedika [Internet]. 16Aug.2020 [cited 28Oct.2020];8(1):226-32. Available from: http://ejournal.stikesmp.ac.id/index.php/maskermedika/article/view/398
Section
Articles