HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG AGUNG KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TAHUN 2019

  • Eichi Septiani STIKES Al-Ma’arif Baturaja
Keywords: Kejadian ISPA, Status Gizi

Abstract

Latar Belakang: Infeksi saluran pernapasan adalah penyakit infeksi yang menyerang salah satu bagian dari saluran nafas yang berlangsung selama 14 hari. Berbagai macam faktor penyebab terjadinya ISPA, salah satunya adalah status gizi yang tidak baik. ISPA merupakan salah satu penyebab utama kunjungan pasien pada sarana kesehatan. Berdasarkan data yang didapat di wilayah kerja puskesmas Tanjung Agung pada periode Januari-Maret 2019 terdapat Penderita ISPA berjumlah 391 balita. Tujuan: Untuk mengetahui Hubungan antara status gizi dengan kejadian ISPA pada balita di UPTD Puskesmas Tanjung Agung Kabupaten Ogan Komering Ulu tahun 2019. Metode: Populasi dalam penelitian adalah ibu yang memiliki balita di UPTD PuskesmasTanjung Agung Kabupaten Ogan Komering Ulu pada bulan Juli Tahun 2019 yang berjumlah 76 orang. Analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan  menggunakan tabel distribusi dan uji statistik Chi-Square, dengan derajat kepercayaan 95%. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dengan melalui wawancara langsung terhadap responden dengan menggunakan check list yang berkaitan dengan kejadian ISPA dan pengamatan terhadap status gizi. Hasil penelitian: Variabel yang diteliti pada penelitian ini Status Gizi pada balita dan Kejadian ISPA. Pada analisa bivariat didapatkan ada hubungan yang bermakna antara Status Gizi Balita dengan Kejadian ISPA di UPTD PuskesmasTanjung Agung Kabupaten Ogan Komering Ulu pada bulan Juli Tahun 2019 dengan p value 0,023. Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara Status Gizi Balita dengan Kejadian ISPA

 

 

Background: Respiratory tract infection is an infectious disease that attacks one part of the respiratory tract that lasts for 14 days. Various factors cause ARI, one of which is poor nutritional status. ARI is one of the main causes of patient visits to health facilities. Based on data obtained in the working area of the Tanjung Agung puskesmas in the JanuaryMarch 2019 period, there were 391 children with ARI. Objective: To find out the relationship between nutritional status and the incidence of ARI in infants in Tanjung Agung UPTD Puskesmas Ogan Komering Ulu in 2019. Methods: The population in this study was mothers who had children under five years old at UPTD Puskesmas Tanjung Agung, Ogan Komering Ulu Regency in July 2019, totaling 76 people. Data analysis uses univariate analysis and bivariate analysis using distribution tables and Chi-Square statistical tests, with a 95% confidence level. This research uses analytic method with cross sectional approach. Collecting data through direct interviews with respondents using a check list related to ARI events and observations of nutritional status. Results: In the bivariate analysis there was a significant relationship between Toddler Nutrition Status and ARI in UPTD Puskesmas Agung Tanjung Ogan Komering Ulu in July 2019 with p value 0.023. Conclusion: There is a significant relationship between Toddler Nutrition Status with ARI.

References

1. Depkes RI, 2009, Status Gizi Anak Balita, www.depkes.go.id
2. Depkes RI, 2011. Ditjen PPM & PLP, Pedoman Program Pemberantasan Penyakit ISPA. Jakarta
3. Hanif, 2013. Hubungan status gizi terhadap terjadinya infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) pada balita di Puskesmas Pajang Surakarta. Naskah Publikasi. Fakultas Kedokteran Muhammadiyah, Surakarta Muhammadiyah, Surakarta; 2013.
4. Harahap, S. 2011. Analisis Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Pneumonia Pada Anak Balita Di RSUD Pasar Rebo Jakarta. Jakarta : Universitas Indonesia
5. Hidayat, Alimul Azis. 2010. Metode Penelitian Kebidanan Teknik Analisa Data. Jakarta: Salemba Medika.
6. Juslan Andari,2011. Beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di pemukiman nelayan tambak lorok kelurahan tanjung mas semarang utara, Semarang.
7. Kementerian Kesehatan RI. 2013.Buletin Jendela Epidemiologi Volume 3. Jakarta : Kemenkes RI.
8. Lidia Widia. 2017.Hubungan Antara Status Gizi dengan Kejadian ISPA pada balita. Jurnal Darul Azhar.
9. Machmud R , 2012 . Pneumonia Balita di Indonesia dan Peran Kabupaten dalam
10. Menanggulanginya. Padang: Andalas University.
11. Neli Sunarni, Resna Litasari, Lela Deis, 2017. Hubungan Status Gizi dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Margaharja Sukadana Ciamis.
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Ciamis
12. Niken Puji Lestari, Lily Kresnowati, Kriswiharsi Kun Saptorini, 2014. Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ispa Pada Bayi Dan Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Purwoyoso Semarang. Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Semarang
13. Notoatmodjo, S. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan Edisi Revisi. Jakarta: PT Rineka Cipta
14. Pamela Felita, Hendrik Kurniawan, Anna Maria Dewajanti. 2016. Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada Balita di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk Bulan Agustus 2016. Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
15. Purnama Widoyono, 2012. Penyakit Tropis, Epidemiologi, Penularan, Pencegahan & Pemberantasannya, Edisi kedua, Semarang.
16. Roesli, U. 2011. Inisiasi Menyusu Dini Plus ASI Eksklusif .Jakarta : Pustaka Bunda
17. Santoso, dkk, 2009. Kesehatan dan Gizi. PT Rineka Cipta dan PT Bina Adiaksara : Jakarta
18. Soekirman. 2005. Pengertian Gizi. http://.polapengasuhanorangtua.com
19. Sofyan., Iyan. (2015). Data World Heart Organization (WHO) Tentang Phenomonia Di Negara Berkembang. Diakses Pada Tanggal 25 April 2015, dari Http://www.academia.edu.com
20. Suryadi. (2013). Hasil survey oleh South East Asian Nutrition Surveys (SEANUTS) Tahun 2012 Tentang ISPA dan Gizi Buruk. Diakses Pada Tanggal 25 April 2015, dari http://www.bkmp.go.id
21. Tedjo, 2012. Imusisasi Dasar Anak. Jakarta: EGC
22. Unaids, 2012, Perawatan Ibu Hamil dan Bayi, Jakarta, Pustaka Sinar Harapani
23. Winarta 2010. Faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada nak balita di Desan Bontongan Kabupaten Enrekang. Makasar: UHM
24. WHO. Pencegahan dan pengendalian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang cenderung menjadi epiAdemik dan pandemi di fasilitas pelayanan kesehatan. [Internet]. 2007.
Published
2020-08-16
How to Cite
1.
Septiani E. HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG AGUNG KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TAHUN 2019. maskermedika [Internet]. 16Aug.2020 [cited 28Oct.2020];8(1):233-9. Available from: http://ejournal.stikesmp.ac.id/index.php/maskermedika/article/view/399
Section
Articles